Featured Post

Apa sih Definisi Akuntansi?

Apa sih Definisi Akuntansi?? -   Banyak pakar ahli mengajukan pengertian tentang akuntansi yang berawal dari bahasa Inggris accountancy . Akuntansi …

FUNGSI KEUANGAN

FUNGSI KEUANGAN - Walaupun perincian antar-organisasi bervariasi, jadi fungsi keuangan yang utama adalah dalam hal keputusan investasi, perhitungan biaya, dan dividen untuk suatu organisasi. Jadi dana dikumpulkan dari sumber-sumber keuangan eksternal dan dialokasikan untuk penggunaan yang berbeda-beda. Kemudian arus dana di dalam perusahaan dipantau. Jadi imbalan untuk sumber-sumber perhitungan ini dapat berupa tingkat pengembalian (return), atau pembayaran kembali, dan juga produk dan jasa. Maka fungsi-fungsi yang sama ini harus dilaksanakan baik di perusahaan bisnis, lalu badan pemerintahan, maupun oranisasi-organisasi nirlaba. Jadi tujuan manajer keuangan adalah membuat rencana guna memperoleh dan menggunakan dana, juga memaksimalkan nilai organisasi. Berikut ini adalah beberapa kegiatan yang terlibat, yakni :



    Dalam perencanaan dan peramalan, maka manajer keuangan berinteraksi dengan para eksekutif yang bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan perencanaan strategis umum.

    Manajer keuangan harus memusatkan perhatiannya pada keputusan investasi dan perhitungan biaya, juga segala hal yang berkaitan dengannya. Maka perusahaan yang berhasil biasanya mengalami laju pertumbuhan penjualan yang tinggi sehingga memerlukan dukungan penambahan investasi. Semua manajer keuangan perlu menentukan laju pertumbuhan penjualan yang sebaiknya dicapai dan membuat prioritas atas alternatif investasi yang tersedia.

    Manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lainnya agar perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin karena semua keputusan bisnis memiliki dampak keuangan.

    Manajer keuangan menghubungkan perusahaan dengan pasar uang dan pasar modal yang merupakan sumber perolehan dana dan tempat surat berharga perusahaan diperdagangkan.

Kesimpulannya adalah, tugas pokok manajer keuangan berkaitan dengan keputusan investasi dan perhitungan biaya. Jadi dalam menjalankan fungsinya, maka manajer keuangan berkaitan langsung dengan keputusan pokok perusahaan yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan itu sendiri.

Demikian adalah FUNGSI KEUANGAN, simak juga berbagai artikel lainnya di blog Sistem Informasi Akuntansi ini.

Definisi Perilaku Konsumen dan Penjelasan Lengkapnya

Definisi Perilaku Konsumen dan Penjelasan Lengkapnya - Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang atau organisasi dalam mencari, untuk membeli, untuk menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Perilaku konsumen akan diperlihatkan dalam beberapa tahap yaitu tahap sebelum pembelian, pembelian, dan setelah pembelian. Maka pada tahap sebelum pembelian konsumen akan melakukan pencarian informasi yang terkait produk dan jasa. Tahap pembelian, maka konsumen akan melakukan pembelian produk, dan pada tahap setelah pembelian, konsumen melakukan konsumsi (penggunaan produk), melakukan evaluasi kinerja produk, lalu akhirnya membuang produk setelah digunakan.Atau kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut.



Konsumen dapat merupakan seorang individu ataupun organisasi, jadi mereka memiliki peran yang berbeda dalam perilaku konsumsi, maka mereka mungkin berperan sebagai initiator, influencer, buyer, payer atau user.

Dalam upaya untuk lebih memahami konsumennya sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, maka perusahaan dapat menggolongkan konsumennya ke dalam kelompok yang memiliki kemiripan tertentu, yakni pengelompokan menurut geografi, demografi, psikografi, dan perilaku.

Perilaku konsumen mempelajari di mana, di dalam kondisi macam apa, dan bagaimana kebiasaan seseorang membeli produk tertentu dengan merk tertentu. Maka kesemuanya ini sangat membantu manajer pemasaran di dalam menyusun kebijaksanaan pemasaran perusahaan. Maka proses pengambilan keputusan pembelian suatu barang atau jasa akan melibatkan berbagai pihak, harus sesuai dengan peran masing-masing.

Demikian adalah Definisi Perilaku Konsumen dan Penjelasan Lengkapnya, simak juga berbagai artikel lainnya di blog Sistem Informasi Akuntansi ini. Terima kasih.

Memahami Logika Laporan Keuangan (Neraca dan Laba Rugi)

Memahami Logika Laporan Keuangan (Neraca dan Laba Rugi) - Produk akhir dari proses akuntansi yang paling penting dan utama adalah laporan keuangan. Dan dengan membaca laporan keuangan, maka manajemen, pemilik perusahaan, dan sesiapapun yang berkepentingan, akan bisa mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Namun ironinya, sekian banyak pihak yang berkentingan atas produk ini, ternyata yang sungguh-sungguh memahami logika laporan keuangan tidak banyak. Urusan itu bisa dimengerti karena mereka memang berasal dari kalangan yang berbeda-beda—mungkin malah lebih banyak yang dari luar akuntansi dan keuangan. Hanya saja jika orang accounting (yang membuat laporan itu sendiri) yang tidak sungguh-sungguh memahami logika di balik laporan keuangan, maka benar-benar menjadi ironi.



Idealnya, apabila mereka memahami logika-logika dibalik sebuah laporan keuangan, maka mestinya mereka bisa memberi saran dan masukan bagi manajemen mengenai apa yang perlu (atau tak perlu) dilakukan di masa-masa yang akan datang agar masalah yang sama tidak terjadi lagi. Pemahaman logika itu sendiri memegang peranan penting dalam laporan keuangan neraca laba rugi ini,

Demikian adalah Memahami Logika Laporan Keuangan (Neraca dan Laba Rugi), simak juga berbagai artikel lainnya di blog Sistem Informasi Akuntansi ini. Terima kasih.

Pengantar Auditing

Pengantar Auditing - Seperti yang sudah diketahui, maksud dari auditing adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi yang dilakukan oleh seorang yang kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi yang dimaksud dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Kemudian kriteria yang ditetapkan adalah patokan atau standar yang dipakai sebagai dasar untuk menilai pernyataan (berupa hasil proses akuntansi) bisa berupa :

a.       peraturan yang ditetapkan oleh suatu badan legislatif,
b.       anggaran atau ukuran prestasi lain yang ditetapkan oleh manajemen, dan
c.       prinsip akuntansi yang lazim (PABU).



Audit terdiri dari tiga jenis:

1.    audit laporan keuangan bertujuan untuk menentukan apakah laporan keuangan secara keseluruhan—yang merupakan informasi terukur yang akan diverifikasi—telah disajikan sesuai dengan kriteria-kriteria yang tertentu.
2.       audit operasional merupakan penelaahan atas bagian manapun dari prosedur dan metode operasi suatu organisasi untuk menilai efisiensi dan efektifitasnya.
3.      audit ketaatan bertujuan mempertimbangkan apakah klien telah mengikuti prosedur atau aturan tertentu yang telah ditetapkan pihak yang memiliki otoritas lebih tinggi.

Demikian adalah Pengantar Auditing, simak juga berbagai macam artikel penting lainnya dalam blog Sistem Informasi Akuntansi ini. Terima kasih.

Pengertian Manajemen Pemasaran



Pengertian Manajemen Pemasaran - Sudah jelas jika seluruh perusahaan menginginkan bahwa seluruh kegiatan yang dijalankan berjalan dengan baik, agar berkembang dan mendapatkan laba yang maksimal. Maka langkah untuk mencapai hal tersebut diperlukan pengelolaan yang baik dalam melaksanakan seluruh kegiatan pemasaran, pengelolaan dalam rangka melaksanakan kegiatan tersebut yang dikenal dengan istilah manajemen pemasaran.

Pada kesempatan kali ini akan membahas lebih jauh mengenai pengertian dan bagaimana strategi pemasaran yang baik. Namun tetapi alangkah lebih baiknya anda mengetahui terlebih dahulu apa itu pengertian pemasaran.
Pengertian Manajemen Pemasaran

Pada dasarnya manajemen itu terdiri atas perancangan dan pelaksanaan rencana-rencana. Dalam membuat suatu perencanaan, dibutuhkan kemampuan untuk membuat strategi dan rencana. Untuk rencana jangka panjang maka dibutuhkan waktu yang lebih banyak. Sedangkan untuk pelaksanaan rencana tersebut, dia harus mendelegasikan keputusan-keputusannya yang rutin dilakukan setiap hari kepada para bawahan.

Demikian adalah Pengertian Manajemen Pemasaran, simak juga berbagai artikel lainnya di blog Sistem Informasi Akuntansi ini. Terima kasih.

Fungsi-fungsi Sistem Akuntansi Penggajian

Fungsi-fungsi Sistem Akuntansi Penggajian - Dalam sistem akuntansi gaji perusahaan terdapat beberapa fungsi yang terkait dalam pencatatan dan pemberian gaji karyawan. Fungsi tersebut saling bekerja sama dan saling berhubungan satu dengan yang lainnya untuk tujuan tertentu.



Menurut Mulyadi (2003: 382) fungsi sistem akuntansi penggajian adalah sebagai berikut:

1) Fungsi kepegawaian

Fungsi kepegawaian. Fungsi ini bertanggung jawab untuk mencari karyawan baru, menyeleksi calon karyawan, memutuskan penempatan karyawan baru, membuat surat keputusan tarif gaji karyawan, kenaikan pangkat dan golongan gaji, mutasi karyawan dan pemberhentian karyawan.

2) Fungsi pencatatan waktu

Fungsi pencatat waktu. Fungsi ini bertanggung jawab untuk menyelenggarakan catatan waktu hadir bagi semua karyawan perusahaan. Fungsi pencatatan waktu hadir karyawan tidak boleh
dilaksanakan oleh fungsi operasi atau oleh fungsi pembuat daftar gaji.

3) Fungsi pembuat daftar gaji

Fungsi pembuat daftar gaji bertanggung jawab untuk membuat daftar gaji yang berisi menghasilan bruto yang menjadi hak dan berbagai potongan yang menjadi beban setiap karyawan selama jangka waktu pembayaran gaji. Daftar gaji diserahkan oleh pembuat daftar gaji kepada fungsi akuntansi guna pembuatan bukti kas keluar yang dipakai sebagai dasar pembayaran gaji.

4) Fungsi akuntansi

Fungsi akuntansi bertanggung jawab untuk mencatat kewajiban yang timbul dalam hubungannya dengan pembayaran gaji karyawan (misalnya utang gaji karyawan, utang pajak, utang dana pensiun).
Fungsi akuntansi yang menangani sistem akuntansi penggajian dan pengupahan berada ditangan bagian utang, bagian kartu biaya, dan bagian jurnal.

5) Fungsi keuangan.

Fungsi keuangan bertanggung jawab untuk mengisi cek guna pembayaran gaji dan menguangkan cek tersebut ke bank. Uang tunai tersebut kemudian dimasukkan ke dalam amplop gaji setiap karyawan untuk selanjutnya dibagikan kepada karyawan yang berhak.

Demikian adalah Fungsi-fungsi Sistem Akuntansi Penggajian, simak pula berbagai macam artikel penting lainnya di blog Sistem Informasi Akuntansi ini. Terima kasih.

Pengertian Sistem Akuntansi Penggajian

Pengertian Sistem Akuntansi Penggajian - Dalam kesempatan kali ini, blog Sistem Informasi Akuntansi ini akan menjelaskan mengenai Pengertian Sistem Akuntansi Penggajian, bagi anda yang tengah mengenyam pendidikan di jurusan akuntansi, pasti tak asing dengan istilah ini. Namun bagi anda yang masih awam tentunya masih bingung. Maka tak ada salahnya mempelajarinya sekarang.




Pengertian Sistem Akuntansi Penggajian adalah adanya suatu sistem akuntansi yang memadai, menjadikan akuntan perusahaan dapat menyediakan informasi keuangan bagi setiap tingkatan manajemen, para pemilik atau pemegang saham, atau kreditur, dan para pemakai laporan keuangan (stakeholder) lain yang dijadikan dasar pengambilan keputusan ekonomi. Maka sistem tersebut dapat digunakan oleh manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan operasi perusahaan.

Salah satu sistem yang dapat digunakan oleh manajemen perusahaan adalah sistem akuntansi gaji. Jadi untuk mengatasi adanya kesalahan dan penyimpangan dalam perhitungan dan pembayaran gaji maka perlu dibuat suatu sistem akuntansi penggajian dan pengupahan. Selain itu sistem akuntansi gaji juga dirancang oleh perusahaan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai gaji karyawan sehingga mudah dipahami dan mudah digunakan.

Demikian adalah Pengertian Sistem Akuntansi Penggajian, simak juga berbagai macam artikel lainnya di blog ini. Terima kasih.

Macam-Macam Jenis Hutang dan Penjelasannya



Macam-Macam Jenis Hutang dan Penjelasannya - Dalam akuntansi, banyak sekali istilah seperti jurnal, debet kredit, dan masih banyak lagi istilah yang harus dipahami. Begitu pula dengan macam-macam jenis hutang, berikut ini penjelasan Kewajiban , Hutang , Pasiva dan Liabilities.

Yang dimaksudkan dengan hutang adalah kewajiban perusahaan pada pihak ketiga untuk melakukan sesuatu yang pada umumnya adalah pembayaran uang, serta penyerahan barang maupun jasa pada waktu-waktu tertentu.

1. Hutang Lancar / Kewajiban Lancar / Current Liabilities

Hutang lancar adalah kewajiban yang harus dilunasi dalam tempo satu tahun.
Contoh : hutang dagang, atau beban yang harus dibayar, bisa juga hutang dagang dan hutang pajak, pendapatan diterima di muka, dan lain sebagainya.

2. Hutang Jangka Panjang / Long-Term Liabilities

Hutang jangka panjang adalah kewajiban yang harus dilunasi dalam jangka waktu lebih dari setahun.

Contoh : Hutang hipotek atau juga hutang obligasi yang jatuh tempo lebih dari setahun, bisa juga hutang pinjaman jangka panjang, dan lain sebagainya.

3. Hutang lain-lain / Other Payable

Perkiraan atau akun ini digunakan untuk mencatat hutang lain yang tidak termasuk pada hutang lancar dan hutang jangka panjang.

Contoh : uang jaminan atau hutang pada pemegang saham, dan lain sebagainya.


Demikian adalah Macam-Macam Jenis Hutang dan Penjelasannya, simak juga berbagai macam artikel penting lainnya di blog Sistem Informasi Akuntansi yang satu ini. Terima kasih.

Pengertian Jurnal Akuntansi



Pengertian Jurnal Akuntansi - Pada kesempatan kali ini blog Sistem Informasi Akuntansi akan membahas mengenai Pengertian Jurnal Akuntansi. Jadi jurnal akuntansi merupakan sebuah catatan yang tersusun secara sistematis dan berdasarkan kronologis dari transaksi-transaksi finansial yang jumlah dan keteranganya ringkas diantaranya keterangan transaksi, keterangan debet dan kredit, lengkap dengan waktu kejadian. Kemudian dalam akuntansi, maka jurnal juga disebut sebagai “book of original entry”.
Lalu apa saja Peran Penting Jurnal Akuntansi? peran penting Jurnal Akuntansi akan dibahas di bawah ini :

1. Jurnal dalam pencatatanya harus lengkap dan terperinci sesuai dengan kejadian transaksi.
2. Jurnal adalah pencatatan pertama sebagai catatan keuangan perusahan.
3. Jurnal pada umumnya lengkap dengan tanggal dan informasi, serta penjelasan lain karena akan digunakan untuk mengusut kembali ke dokumen sumbernya atau formulir.
4. Jurnal adalah catatan akuntansi yang mengharuskan mencatat transaksi-transaksi.

Selain kedua hal di atas, Prinsip Dasar Perencanaan Jurnal juga harus dipahami :

1. Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi kedalam golongan pokok tertentu. Seperti penerimaan dan pengeluaran kas, serta penjulan dan pembelian.
2. Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terperinci harus digunakan kolom-kolom khusus pencatatan jurnal memungkinkan memposting jumlah per kolom ke dalam rekening yang bersangkutan di dalam buku besar.
3. Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar yang akan menerima jumlah yang akan di bukukan dari jurnal.
4. Sedapat mungkin jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga menyalin informasi dari dokument sumbernya dibuat dan ditetapkan hubungan dokument sumber tertentu dengan jurnal sehingga pertanggung jawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.

Demikian adalah Pengertian Jurnal Akuntansi, semoga bermanfaat.

Unsur-Unsur Laporan Keuangan

Unsur-Unsur Laporan Keuangan - Seberapa pentingkah laporan keuangan itu? Laporan keuangan dikatakan penting karena laporan keuangan merupakan dasar untuk dapat menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan. Informasi mengenai posisi keuangan yang terbaca dalam laporan keuangan ini, berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengambil keputusan.



Memang pada umumnya laporan keuangan terdiri atas neraca, dari laporan laba atau rugi, serta laporan perubahan modal. Maka laporan laba atau rugi merupakan laporan yang menggambarkan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan serta beban yang terjadi selama periode tertentu. Lalu laporan perubahan modal merupakan laporan yang menunjukkan sumber dan penggunaan modal perusahaan. Kemudian neraca merupakan laporan keuangan yang menunjukkan atau menggambarkan jumlah aktiva, utang, dan modal dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Tetapi, di dalam praktiknya selain ketiga laporan tersebut sering disusun juga laporan lain yang sifatnya membantu untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut.

- Laporan Laba rugi (income statement) 
- Lapora perubahan modal / akuitas
- Balance sheet / neraca

Laporan arus kas dapat digunakan oleh para pemakai untuk mengevaluasi perubahan dalam aktiva bersih perusahaan, atau struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan untuk memengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka adaptasi dengan perubahan keadaan dan peluang. 

Demikian penjelasan Unsur-Unsur Laporan Keuangan, simak juga berbagai artikel di blog Sistem Informasi Akuntansi. Terima kasih.

Jenis Bukti Transaksi

Jenis Bukti Transaksi - Setap waktu anda berbelanja ke supermarket atau grand mall, maka anda pasti akan memperoleh bukti penerimaan barang yang sekaligus berfungsi sebagai bukti pembayaran. Nah, bukti ini biasa kita namakan struk belanja. Kemudian bagi pihak akuntan perusahaan, maka bukti transaksi ini bermanfaat untuk menyusun laporan keuangan.

Jenis bukti transaksi dapat dibedakan sebagai berikut.



1. Bukti intern
Merupakan bukti pencatatan untuk transaksi yang terjadi di dalam perusahaan itu sendiri. Contohnya adalah memo yang dibuat oleh manajer bagian pembukuan.
2. Bukti ekstern

Merupakan bukti pencatatan untuk transaksi yang terjadi antara perusahaan dan pihak lain di luar perusahaan. Contohnya saja, bukti pengeluaran kas, atau bukti penerimaan kas, bisa juga berupa bukti penjualan, atau bukti pembelian.

Contoh bukti transaksi ekstern adalah kuitansi, faktur, nota debit, nota kredit, nota kontan, dan bukti memorial.

Staf bagian akuntansi dalam suatu perusahaan harus mencatat setiap transaksi yang terjadi di perusahaan berdasarkan bukti-bukti transaksi yang diterimanya. Kemudian setelah dicatat, maka bukti-bukti transaksi tersebut harus disimpan secara rapi dan tidak boleh dimusnahkan selama periode waktu tertentu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Kemudian bukti-bukti transaksi akan dipergunakan sebagai bahan terakhir dalam proses pemeriksaan (auditing) terhadap laporan keuangan. Demikian adalah Jenis Bukti Transaksi, simak juga berbagai macam artikel lainnya di blog Sistem Informasi Akuntansi ini. Terima kasih.

Perhitungan Pph Badan

Perhitungan Pph Badan - Memang pada dasarnya, adanya tarif PPh Badan berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 menganut tarif tunggal yaitu sebesar 28% pada tahun 2009 atau 25% pada tahun 2010 dan seterusnya. Akan tetapi dengan demikian, nyatanya tarif PPh Badan juga harus memperhitungkan fasilitas pengurangan tarif sebagaimana diatur dalam Pasal 31E Undang-undang tersebut. Dengan adanya batasan peredaran usaha bagi Wajib Pajak badan yang berhak mendapatkan pengurangan tarif ini membuat tarif PPh Badan menjadi tidak sederhana. Maka tulisan singkat ini akan mencoba menyederhanakan penghitungan PPh badan terutang dengan menyederhanakan tarifnya.



Jadi sebagaimana kita ketahui, bahwa dengan perubahan tarif PPh Badan berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 mulai diberlakukan untuk tahun pajak 2009. Apabila berdasarkan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000, maka tarif PPh Badan merupakan tarif progresif dengan menggunakan tiga lapisan tarif, di dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008, di dalam Pasal 17 ayat (1) huruf b dan Pasal 17 ayat (2a) menyederhanakannya dengan memperkenalkan tarif tunggal yaitu 28% tahun pajak 2009 atau 25% untuk tahun pajak 2010 dan seterusnya.
 
Demikian adalah Perhitungan Pph Badan, simak juga berbagai macam artikel Sistem Informasi Akuntansi lainnya di blog ini. Terima kasih.

Pengertian Arus Kas (Cash Flow)

Pengertian Arus Kas (Cash Flow)
Pengertian Arus Kas (Cash Flow)

Arus kas (cash flow) adalah suatu laporan keuangan yang berisikan pengaruh kas dari kegiatan operasi, kegiatan transaksi investasi dan kegiatan transaksi pembiayaan/pendanaan serta kenaikan atau penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan selama satu periode.


Menurut PSAK No.2 (2002 :5) Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas. Laporan arus kas merupakan revisi dari mana uang kas diperoleh perusahaan dan bagaimana mereka membelanjakannya. Laporan arus kas merupakan ringkasan dari penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan selama periode tertentu (biasanya satu tahun buku).

Laporan arus kas (cash flow) mengandung dua macam aliran/arus kas yaitu :

1. Cash inflow
Cash inflow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang melahirkan keuntungan kas (penerimaan kas). Arus kas masuk (cash inflow) terdiri dari:
•    Hasil penjualan produk/jasa perusahaan.
•    Penagihan piutang dari penjualan kredit.
•    Penjualan aktiva tetap yang ada.
•    Penerimaan investasi dari pemilik atau saham bila perseroan terbatas.
•    Pinjaman/hutang dari pihak lain.
•    Penerimaan sewa dan pendapatan lain.

2. Cash out flow

Cash out flow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang mengakibatkan beban pengeluaran kas. Arus kas keluar (cash out flow) terdiri dari :
•    Pengeluaran biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya pabrik lain-lain.
•    Pengeluaran biaya administrasi umum dan administrasi penjualan.
•    Pembelian aktiva tetap.
•    Pembayaran hutang-hutang perusahaan.
•    Pembayaran kembali investasi dari pemilik perusahaan.
•    Pembayaran sewa, pajak, deviden, bunga dan pengeluaran lain-lain.

Laporan arus kas ini memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas dari perusahaan dari suatu periode tertentu, dengan mengklasifikasikan transaksi berdasarkan pada kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.

Menurut PSAK No.2 (2002:9) Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

Aktivitas Operasi
Aktivitas operasi menimburkan pendapatan dan beban dari operasi utama suatu perusahaan. Karena itu aktivitas operasi mempengaruhi laporan laba rugi, yang dilaporkan dengan dasar akrual. Sedangkan laporan arus kas melaporkan dampaknya terhadap kas. Arus masuk kas terbesar dari opersi berasal dari pengumpulan kas dari langganan. Arus masuk kas yang kurang penting adalah penerimaan bunga atas pinjaman dan dividen atas investasi saham. Arus keluar kas operasi meliputi pembayaran terhadap pemasok dan karyawan, serta pembayaran bunga dan pajak.



Aktivitas Investasi

Aktivitas investasi meningkatkan dan menurunkan aktiva jangka panjang yang digunakan perusahaan untuk melakukan kegiatannya. Pembelian atau penjualan aktiva tetap seperti tanah, gedung, atau peralatan merupakan kegiatan investasi, atau dapat pula berupa pembelian atau penjualan investasi dalam saham atau obligasi dari perusahaan lain.

Pada laporan arus kas kegiatan investasi mencakup lebih dari sekedar pembelian dan penjualan aktiva yang digolongkan sebagai investasi di neraea. Pemberian pinjaman juga merupakan suatu kegiatan investasi karena pinjaman menciptakan piutang kepada peminjam. Pelunasan pinjaman tersebut juga dilaporkan sebagai kegiatan investasi pada laporan arus kas.

Aktivitas Pendanaan
Aktivitas pendanaan meliputi kegiatan untuk memperoleh kas dari investor dan kreditor yang diperlukan untuk menjalankan dan melanjutkan kegiatan perusahaan. Kegiatan pendanaan mencakup pengeluaran saham, peminjaman uang dengan mengeluarkan wesel bayar dan pinjaman obligasi, penjualan saham perbendaharaan, dan pembayaran terhadap pemegang saham seperti dividen dan pembelian saham perbendaharaan. Pembayaran terhadap kreditor hanyalah mencakup pembayaran pokok pinjaman.

Gambar
Penerimaan dan pengeluaran kas yang dilaporkan pada laporan arus kas





Sumber:
ilmuekonomi