Featured Post

Apa sih Definisi Akuntansi?

Apa sih Definisi Akuntansi?? -   Banyak pakar ahli mengajukan pengertian tentang akuntansi yang berawal dari bahasa Inggris accountancy . Akuntansi …

Perilaku Konsumen Secara Umum

Perilaku Konsumen Secara Umum - Sebagai seorang akuntan, mempelajari perilaku konsumen bagi perusahaan adalah memungkinkan perusahaan memahami dengan tepat kebutuhan dan keinginan pelanggannya sehingga dapat membantunya untuk memuaskan pelanggan, maka menerapkan konsep pemasaran dan memperluas legitimasi ke masyarakat. Jadi Perilaku Konsumen secara umum dibagi menjadi 2 yaitu Perilaku Konsumen yang bersifat Rasional dan Irrasional.



Berikut ini beberapa ciri-ciri dari Perilaku Konsumen yang bersifat Rasional:

1. Konsumen memilih barang berdasarkan kebutuhan

2. Barang yang dipilih konsumen memberikan kegunaan optimal bagi konsumen

3. Konsumen memilih barang yang mutunya terjamin

4. Konsumen memilih barang yang harganya sesuai dengan kemampuan konsumen

Beberapa ciri-ciri Perilaku Konsumen yang bersifat Irrasional:

1. Konsumen sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi di media cetak maupun elektronik

2. Konsumen memiliki barang-barang bermerk atau branded yang sudah dikenal luas

3. Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan gengsi atau prestise

Demikian adalah Perilaku Konsumen Secara Umum, simak juga berbagai macam artikel penting dalam blog Sistem Informasi Akuntansi ini. Terima kasih.

Definisi Perilaku Konsumen dan Penjelasan Lengkapnya

Definisi Perilaku Konsumen dan Penjelasan Lengkapnya - Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang atau organisasi dalam mencari, untuk membeli, untuk menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Perilaku konsumen akan diperlihatkan dalam beberapa tahap yaitu tahap sebelum pembelian, pembelian, dan setelah pembelian. Maka pada tahap sebelum pembelian konsumen akan melakukan pencarian informasi yang terkait produk dan jasa. Tahap pembelian, maka konsumen akan melakukan pembelian produk, dan pada tahap setelah pembelian, konsumen melakukan konsumsi (penggunaan produk), melakukan evaluasi kinerja produk, lalu akhirnya membuang produk setelah digunakan.Atau kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut.



Konsumen dapat merupakan seorang individu ataupun organisasi, jadi mereka memiliki peran yang berbeda dalam perilaku konsumsi, maka mereka mungkin berperan sebagai initiator, influencer, buyer, payer atau user.

Dalam upaya untuk lebih memahami konsumennya sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, maka perusahaan dapat menggolongkan konsumennya ke dalam kelompok yang memiliki kemiripan tertentu, yakni pengelompokan menurut geografi, demografi, psikografi, dan perilaku.

Perilaku konsumen mempelajari di mana, di dalam kondisi macam apa, dan bagaimana kebiasaan seseorang membeli produk tertentu dengan merk tertentu. Maka kesemuanya ini sangat membantu manajer pemasaran di dalam menyusun kebijaksanaan pemasaran perusahaan. Maka proses pengambilan keputusan pembelian suatu barang atau jasa akan melibatkan berbagai pihak, harus sesuai dengan peran masing-masing.

Demikian adalah Definisi Perilaku Konsumen dan Penjelasan Lengkapnya, simak juga berbagai artikel lainnya di blog Sistem Informasi Akuntansi ini. Terima kasih.

Persamaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen

Persamaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen - Mendasarkan pada nama kedua tipe akuntansi tersebut terlihat bahwa keduanya memiliki konsep dasar keilmuan yang sama dengan objek yang berbeda. Maka konsep dasar keilmuan yang sama dari kedua tipe akuntansi tersebut berupa ilmu akuntansi. 

Oleh karena itu, maka akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen akan memiliki beberapa kesamaan yang berupa:



1) Keduanya (Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen) menghasilkan
informasi keuangan. 

Keduanya memiliki konsep dasar keilmuan yang sama yaitu akuntansi yang selalu berkaitan dengan transaksi-transaksi yang terjadi dalam suatu organisasi, atau lembaga, serta perusahaan. Dan satu hal yang perlu diingat kembali, jadi tidak semua transaksi menjadi garapan akuntansi akan tetapi hanya transaksi-transaksi yang didukung oleh bukti-bukti yang sah dan mempunyai nilai yang dinyatakan dalam satuan moneter. 

Dengan konsep dasar keilmuan yang sama tersebut keduanya akan menghasilkan informasi yang sama yaitu informasi keuangan. Sekalipun tidak dapat dipungkiri bahwa informasi nonkeuangan merupakan informasi penting bagi pihak manajemen dalam pengelolaan organisasi, pengelolaan lembaga, serta perusahaan, akan tetapi hampir seluruh informasi nonkeuangan tersebut berada di luar ruang lingkup akuntansi.

2) Kedua tipe akuntansi tersebut masing-masing berfungsi sebagai penyedia informasi keuangan bagi seseorang guna memudahkan dalam pengambilan Konsep Dasar Akuntansi Biaya

Demikian adalah Persamaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen, simak juga berbagai macam artikel lainnya di blog Sistem Informasi Akuntansi lainnya.

Pengertian Akuntansi Sektor Publik

Pengertian Akuntansi Sektor Publik - Dalam akuntansi banyak sekali yang wajib dipelajari dengan baik. Akuntansi Sektor Publik adalah salah satunya. Akuntansi sektor publik jelas berbeda dengan akuntansi sektor swasta. Contoh hal mencoloknya adalah pada bagian instansi yang menggunakannya. Maka sektor publik biasanya terkait dengan organisasi pemerintahan daeraeh.

Akuntansi Sektor Publik adalah sebuah proses untuk mengumpulkan, dan mencatatat, untuk  mengklasifikasikan, serta menganalisis serta membuat laporan transaksi keuangan untuk sebuah organisasi publik yang menyediakan informasi keuangan bagi pihiak yang membutuhkannya untuk digunakan saat pengambilan sebuah keputusan.



Tujuan Akuntansi Sektor Publik

    Management Control, memiliki fungsi untuk memberikan informasi yang dibutuhkan untnuk mengelola suatu organisasi dengan cepat, yang tepat, yang efisien serta ekonomis atas operasi dan penggunaan sumber daya yang dipercayakan atau dianggarkan untuk sebuah organisi.

    Accountability, yang satu ini memiliki tujuan hampir sama dengan management control yaitu memberikan informasi yang berguna untuk manager sektor publik yang digunakan untuk melaporkan pelaksanaan tanggungjawab sumber daya atau bidang atau divisi yang berada di bawah wewenangnya. Jadi selain itu juga untuk melaporkan kegiatan kepada publik atas operasi pemerintah serta penggunaan dana atau anggaran publik.

Demikian adalah Pengertian Akuntansi Sektor Publik, simak juga berbagai macam artikel tentang Sistem Informasi Akuntansi di blog ini. Terima kasih.

Penjelasan Pusat Biaya, Pusat Laba dan Pusat Investasi

Penjelasan Pusat Biaya, Pusat Laba dan Pusat Investasi - Yang dimaksudkan Pusat Biaya atau Cost Center adalah manajemen dari bagian suatu perusahaan yang tugas utamanya adalah mengelola biaya di divisi masing-masing. Jadi kepala dari manajemen tersebut dinamakan dengan manajer pusat biaya. Kemudian anajer pusat biaya bertugas mengerjakan tugas atau kegiatan yang sudah dianggarkan biayanya. Maka kegiatan yang dikerjakan berdasarkan biaya tersebut kemudian dilaporkan dalam suatu laporan biaya. Sementara itu tanggung jawab manajer pusat biaya hanya sebatas pada besarnya biaya yang diterimanya. 

Tambahan atau pengurangan anggaran biaya dari suatu cost center harus melalui persetujuan top manajemen. Misalnya saja pusat biaya adalah bagian bengkel, bagian keuangan, bagian SDM, bagian lab, bagian gudang, bagian hukum dsbnya.



Kemudian Pusat Laba atau Profit Center adalah manajemen dari bagian suatu perusahaan yang tugas utamanya adalah disamping mengelola biaya juga mengelola pendapatan di divisi masing-masing. Sementara itu kepala dari manajemen tersebut dinamakan dengan manajer pusat laba. Kemudian manajer pusat laba bertugas lebih otonom daripada pusat biaya, dan manajer pusat laba mengerjakan tugas atau kegiatan yang menyangkut bagiannya baik pendapatan maupun biayanya. 

Jadi kegiatan yang dikerjakan bertujuan untuk memaksimalisir perolehan laba di bagiannya. Kebijakan khusus di bagiannya diperbolehkan sepanjang dapat meningkatkan kinerja bagian tersebut. Sementara laporan yang disusun oleh manajer profit center berupa laporan segmen. Yang dimaksudkan laporan segmen menyajikan kinerja operasional di bagian atau center secara detail setiap segmen. Jadi tanggung jawab manajer pusat laba sangat besar dan strategis bagi perusahaan secara keseluruhan. Maka tambahan atau pengurangan anggaran biaya dari suatu profit center harus melalui persetujuan dari investment center atau pemilik perusahaan dengan memberikan investasi Contoh pusat laba adalah toko, outlet, kantor cabang dsbnya.

Demikian penjelasan singkatnya. Semoga bermanfaat. Simak juga berbagai macam artikel lainnya di blog Sistem Informasi Akuntansi ini.

KOMUNIKASI SEBAGAI ALAT PEMASARAN

KOMUNIKASI ALAT PEMASARANKomunikasi adalah suatu alat yang dapat digunakan pemasar sebagai pembujuk para konsumen supaya bertindak sesuai cara yang diinginkan pemasar. Komunikasi memiliki beberapa aspek, diantaranya : visual (mimik muka, demontrasi produk, ilustrasi, dan gambar), verbal (berbentuk tulisan atau lisan), dan kombinasi diantara keduanya. Dan komunikasi juga bisa berbentuk simbol (pengemasan yang memiliki mutu tinggi, harga yang tinggi, logo yang dapat membuat berkesan) dan dapat menyampaikan suatu arti yang ingin ditanamkan oleh pemasar.

Komponen Komunikasi
Komunikasi memiliki lima unsur yaitu sebagai pengirim, sebagai penerima, medium, pesan, dan umpan balik (tanggapan penerima pesan)

Sebagai Pengirim
Pengirim merupakan sebagai pendahuluan komunikasi, dapat berupa sumber formal atau informal. Sumber komunikasi formal dapat berupa organisasi untuk mendapatkan frofit maupun nonprofit. Sumber informal seperti orang tua atau teman yang akan memberikan informasi atau saran mengenai suatu produk.

Sebagai Penerima
Sebagai Penerima komunikasi pemasaran formal akan lebih menjadi calon atau pelanggan yang diincar. Audience perantara dan yang tidak menjadi perantara juga mungkin menerima komunikasi dari pemasar. Contohnya : audience perantara seperti grosir, pedagang ritel dan distributor, yang menerima informasi perdagangan pemasar untuk membujuk mereka supaya mau untuk mengadakan persediaan barang dagangan. Audience yang tidak menjadi perantara yaitu orang yang terbuka terhadap pesan yang tidak masuk dalam targetan khusus oleh pengirim

Medium
Medium atau saluran komunikasi mungkin impersonal (misalnya, media massa) atau interpersonal (pembicaraan resmi antara tenaga penjual dan pelanggan atau pembicaraan informal antara dua orang atau lebih yang terjadi secara langsung baik melalui telepon, surat maupun online).

Pesan
Pesan dapat bersifat verbal (lisan atau tertulis), nonverbal (foto, ilustrasi, atau symbol), atau kombinasi keduanya. Pesan verbal biasanya dapat mencakup informasi produk atau jasa yang lebih spesifik daripada pesan nonverbal. Pesan verbal yang digabungkan dengan pesan nonverbal sering memberikan lebih banyak informasi kepada penerima daripada salah satu diantara keduanya.

Umpan Balik

Umpan balik merupakan komponen yang sangat diperlukan dalam komunikasi interpersonal dan impersonal. Umpan balik yang cepat waktunya memungkinkan pengirim untuk memperkuat, mengubah, atau memodifikasi pesan untuk menjamin agar dapat dimengerti sesuai dengan yang dimaksudkan.

Pemrosesan Transaksi Berbasis Komputer

Pemrosesan Transaksi Berbasis Komputer Penginputan data ke dalam sistem informasi

Pemrosesan Transaksi Berbasis Komputer
Penginputan data ke dalam sistem informasi dapat melalui beragam cara:
  • dengan merekam data ke dalam sebuah formulir
  • dengan menginputkan data langsung ke dalam computer
  • dengan sms
  • dengan menginputkan data di internet
  • dengan barcode scanner
  • scanner yang lain

Dokumen Input

Dokumen input adalah formulir atau dokumen sumber, yang datanya akan diinputkan ke dalam sistem informasi. Contoh adalah dokumen penjualan.

Fungsi dokumen input:
  • sarana untuk mengotorisasi suatu transaksi
  • sarana untuk memicu tindakan yang diharapkan (missal, memicu konsumen untuk membayar)
  • refleksi akuntabilitas
  • menyediakan data untuk membuat laporan
Desain dokumen input yang baik:
  • judul yang bermakna
  • marjin
  • ukuran font
  • warna
  • berat kertas
  • nomor urut tercetak untuk dokumen yang sensitif
Tampilan layar komputer untuk entry data yang baik:
  • warna yang nyaman di mata user
  • memudahkan user dalam menginput data
  • perhitungan otomatis
  • kursor otomatis berpindah ke elemen data yang mesti diinput oleh user
  • pesan kesalahan yang mudah dipahami
  • menu help yang tersedia untuk membantu user
Proses

Pemrosesan Input:
  • off line (biasanya data diinputkan secara batch). Pemrosesan secara batch relative lebih murah dibandingkan dengan pemrosesan secara online
  • on line
Dokumentasi Proses
  • System flowcharts
  • Computer system flowcharts
  • (lihat yang sistem object)
Alternatif pendekatan pemrosesan data:
  • Periodic processing approach (sistem batch)
    · Sequential updating from batched input
    · Sequential updating after online data entry
    · Direct updating
  • Immediate processing approach (real time processing)

Perbandingan antara periodic processing approach dan immediate processing approach.

Keuntungan Periodic processing approach :
  • meningkatkan efisiensi pemrosesan data, khususnya pada saat perusahaan mesti memproses batch yang sangat besar
  • memungkinkan pengendalian menggunakan total batch untuk menjamin keakuratan dan kelengkapan data yang diproses.
  • pemanfaatan computer hardware dan software secara ekonomis

Kelemahan Periodic processing approach :
  • data dalam master file adakalanya out of date
  • jika ada kesalahan dalam transaksi maka koreksi atas kesalahan akan tertunda, dan pembetulan mesti menunggu sampai siklus proses berikutnya tiba

Keuntungan Immediate processing approach :
  • mampu menyediakan informasi yang uptodate
  • transaksi dapat segera diedit pada saat transaksi direkam, koreksi atas kesalahan dapat langsung dilakukan tanpa delay

Kelemahan Immediate processing approach :
  • membutuhkan hardware dan software yang cukup canggih
  • sistem yang lebih kompleks
  • lebih sulit dan lebih kompleks dalam membangun jejak audit

Dekomposisi Sistem Informasi Akuntansi

Dekomposisi Sistem Informasi Akuntansi, merupakan satu hal yang penting dalam perancangan sistem informasi akuntansi suatu perusahaan. Dekomposisis sistem adalah memecah sistem menjadi sub sistem. Dekomposisi sistem ini mempermudah analis dan perancang sistem untuk melihat dan mengevaluasi sistem perusahaan yang rumit dan kompleks.



Salah satu cara medekomposisi sistem yang paling mudah adalah dengan memilahnya menjadi:
1. Siklus penjualan dan penerimaan kas
2. Siklus pembelian dan pengeluaran kas (yang dapat didekomposisi lagi menjadi)
     2.a. Siklus Pembelian Barang Dagangan
     2.b. Siklus Pembayaran Utang
     2.c. Siklus Penggajian
     2.d. Siklus Pembelian Aset tetap
     2.e. Siklus Kas Kecil
3. Siklus produksi
4. Siklus buku besar



Siklus penjualan dan penerimaan kas juga acapkali dapat didekomposisi lagi sesuai dengan kondisi setiap perusahaan. Sebagai contoh, di swalayan, siklus ini akan terdiri dari siklus penjualan tunai saja. Sedangkan di pabrik manufaktur yang melayani penjualan ke distributor, siklus ini akan terdiri dari siklus penjualan kredit dan siklus penerimaan kas. 



Dalam beberapa perusahaan, siklus penjualan dan penerimaan kas ini bisa jadi namanya sama sekali tidak terkait dengan kata penjualan. Seperti dalam kasus universitas. Untuk mengetahui apa yang termasuk dalam siklus penjualan, identifikasi saja semua siklus yang menyebabkan ada kas masuk bagi universitas tersebut, seperti.



1. KRS (Kartu Rencana Studi) dan Pembayaran SKS oleh Mahasiswa.
2. Pembayaran uang semester.
3. Pembayaran uang gedung.
4. Penerimaan donasi dan hibah.



Demikian juga di rumah sakit, kita tidak akan menemukan istilah penjualan. Sama seperti dalam kasus universitas, kita mesti mengidentifikasi semua unit yang menyebabkan kas masuk.

Evolusi Sistem Informasi Berbasis Komputer

Evolusi Sistem Informasi Berbasis Komputer
sistem informasi akuntansi memiliki evolusi sistem berbasis komputer

Fokus Awal Pada Data
    Pada awal abad ke 20 pemakaian komputer terbatas hanya untuk aplikasi akuntansi dan digunakan nama EDP yang merupakan aplikasi sistem informasi yang paling dasar dalam setiap perusahaan. Sekarang kita menggunakan istilah SIA untuk menggantikan EDP.

Fokus Baru Pada Informasi
     Konsep penggunaan komputer untuk mendukung sistem informasi manajemen mulai diperkenalkan pada tahun 1964 oleh para pembuat komputer. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen.

Fokus Revisi Pada Pendukung Keputusan
     Sementara SIM terus berkembang dalam menghadapi kelemahan-kelemahannya, muncul pendekatan baru dengan nama DSS, yaitu sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer.

Fokus Sekarang Pada Komunikasi
Penerapan OA (Office Automation) untuk memudahkan komunikasi dan peningkatan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor lainnya melalui penggunaan alat-alat elektronik.

Fokus Potensial Pada Konsultasi
Saat ini sedang berlangsung gerakan untuk menerapkan Kecerdasan Buatan (AI) bagi masalah-masalah bisnis. Ide dasar dari AI adalah bahwa komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia.

Data Berperan Dalam Sistem Informasi