Featured Post

Apa sih Definisi Akuntansi?

Apa sih Definisi Akuntansi?? -   Banyak pakar ahli mengajukan pengertian tentang akuntansi yang berawal dari bahasa Inggris accountancy . Akuntansi …

BAGAIMANA MERANCANG KOMUNIKASI YANG PERSUASIF

BAGAIMANA MERANCANG KOMUNIKASI YANG PERSUASIFUntuk menciptakan komunikasi yang persuasif, sponsor (individu maupun organisasi) lebih dahulu menentukan tujuan komunikasi, kemudian memilih audien yang tepat untuk pesan yang disampaikan dan media untuk mencapai mereka serta menyusun (encode) pesan dengan cara yang tepat untuk setiap medium dan setiap audien.

Strategi Komunikasi
Dalam menyusun strategi komunikasi terlebih dahulu harus menentukan tujuan komunikasi yang utama. Komponen strategi komunikasi yang penting adalah memilih audien yang tepat.

Strategi Media
Strategi media merupakan unsur penting dalam rencana komunikasi. Rencana ini diperlukan untuk penempatan iklan dalam berbagai media khusus yang dibaca, ditonton, atau didengar oleh berbagai pasar yang dipilih untuk dibidik. Pemilihan media tergantung pada produk, audien, dan tujuan kampanye iklan, strategi media dapat dilakukan melalui:
  • World Wide Web (melalui internet)
  • Penentuan target yang seksama
  • Pemasaran langsung
Strategi Pesan
Pesan merupakan pemikiran, gagasan, sikap, citra, atau informasi lain yang ingin disampaikan pengirim kepada audien yang diharapkan.

Komponen dalam strategi pesan meliputi:
  • Retorika dan Persuasi Iklan, fokus utama riset retorika adalah menemukan cara yang paling efektif untuk menyatakan pesan dalam situasi tertentu. Penyampaian retorik paling efektif terhadap para konsumen yang tidak mempunyai motivasi. Resonansi iklan didefinisikan sebagai permainan kata yang dikombinasikan dengan gambar yang ada kaitannya.
  • Teori Keterlibatan, bahwa dalam situasi pembalian dengan keterlibatan yang tinggi orang mungkin lebih mencurahkan usaha kognitif yang aktif untuk menilai hal-hal yang disetujui maupun tidak atas produk tertentu. Dalam situasi keterlibatan yang rendah seseorang lebih cenderung memfokuskan pada isyarat-isyarat pesan yang bukan pokok.
  • Penyajian Pesan, diantara berbagai keputusan yang harus diambil oleh para pemasar dalam merancang pesan adalah keputusan apakah akan menggunakan susunan pesan yang positif-negatif, pesan satu-sisi atau dua-sisi, iklan perbandingan, pengaruh urutan, atau pengulangan. Cara pesan yang disajikan mempengaruhi dampaknya. Sebagai contoh, pesan satu-sisi lebih efektif pada beberapa situasi dan audien, pesan dua-sisi lebih efektif pada situasi lain. Produk dengan keterlibatan yang tinggi (produk yang sangat berkaitan dengan segmen konsumen) paling baik diiklankan dengan cara yang pokok melalui persuasi, yang mendorong usaha kognitif aktif. Produk dengan keterlibatan yang rendah paling baik dipromosikan melalui berbagai isyarat tidak pokok, seperti latar belakang pemandangan, music, atau jurubicara selebritis.
Daya Tarik Iklan

Daya tarik emosi yang sering digunakan dalam iklan meliputi rasa takut, humor, dan daya tarik seksual. Jika tema seksual berkaitan dengan produk, maka hal ini dapat menjadi sangat efektif dan jika digunakan hanya sebagai penarik perhatian, ingatan pada merk jarang tercapai. Partisipasi audien merupakan strategi komunikasi yang sangat efektif karena mendorong internalisasi pesan iklan. Riset lebih lanjut diperlukan untuk mengenali berbagai variabel produk, audien dan situasi yang menjadi perantara pengaruh urutan dan penyajian pesan dalam membujuk para konsumen untuk membeli.

KOMUNIKASI SEBAGAI ALAT PEMASARAN

KOMUNIKASI ALAT PEMASARANKomunikasi adalah suatu alat yang dapat digunakan pemasar sebagai pembujuk para konsumen supaya bertindak sesuai cara yang diinginkan pemasar. Komunikasi memiliki beberapa aspek, diantaranya : visual (mimik muka, demontrasi produk, ilustrasi, dan gambar), verbal (berbentuk tulisan atau lisan), dan kombinasi diantara keduanya. Dan komunikasi juga bisa berbentuk simbol (pengemasan yang memiliki mutu tinggi, harga yang tinggi, logo yang dapat membuat berkesan) dan dapat menyampaikan suatu arti yang ingin ditanamkan oleh pemasar.

Komponen Komunikasi
Komunikasi memiliki lima unsur yaitu sebagai pengirim, sebagai penerima, medium, pesan, dan umpan balik (tanggapan penerima pesan)

Sebagai Pengirim
Pengirim merupakan sebagai pendahuluan komunikasi, dapat berupa sumber formal atau informal. Sumber komunikasi formal dapat berupa organisasi untuk mendapatkan frofit maupun nonprofit. Sumber informal seperti orang tua atau teman yang akan memberikan informasi atau saran mengenai suatu produk.

Sebagai Penerima
Sebagai Penerima komunikasi pemasaran formal akan lebih menjadi calon atau pelanggan yang diincar. Audience perantara dan yang tidak menjadi perantara juga mungkin menerima komunikasi dari pemasar. Contohnya : audience perantara seperti grosir, pedagang ritel dan distributor, yang menerima informasi perdagangan pemasar untuk membujuk mereka supaya mau untuk mengadakan persediaan barang dagangan. Audience yang tidak menjadi perantara yaitu orang yang terbuka terhadap pesan yang tidak masuk dalam targetan khusus oleh pengirim

Medium
Medium atau saluran komunikasi mungkin impersonal (misalnya, media massa) atau interpersonal (pembicaraan resmi antara tenaga penjual dan pelanggan atau pembicaraan informal antara dua orang atau lebih yang terjadi secara langsung baik melalui telepon, surat maupun online).

Pesan
Pesan dapat bersifat verbal (lisan atau tertulis), nonverbal (foto, ilustrasi, atau symbol), atau kombinasi keduanya. Pesan verbal biasanya dapat mencakup informasi produk atau jasa yang lebih spesifik daripada pesan nonverbal. Pesan verbal yang digabungkan dengan pesan nonverbal sering memberikan lebih banyak informasi kepada penerima daripada salah satu diantara keduanya.

Umpan Balik

Umpan balik merupakan komponen yang sangat diperlukan dalam komunikasi interpersonal dan impersonal. Umpan balik yang cepat waktunya memungkinkan pengirim untuk memperkuat, mengubah, atau memodifikasi pesan untuk menjamin agar dapat dimengerti sesuai dengan yang dimaksudkan.

KETETAPAN SOURCING DALAM RANTAI PASOKAN

KETETAPAN SOURCING DALAM RANTAI PASOKANProcurement merupakan suatu proses dimana perusahaan mendapatkan komponen bahan produk, baku, pelayana dan sumber daya lainnya dari pemasok untuk melaksanakan operasi mereka, sourcing merupakan cakupan sekumpulan untuk bisnis yang diperlukan untuk membeli barang dan jasa. Untuk fungsi rantai pasokan, keputusan yang paling penting adalah apakah outsource atau in-house. Sebuah perusahaan outsource jika perusahaan menyewa perusahaan luar untuk melaksanakan operasi dalam suatu perusahaan. Aktifitas outsourcing rantai pasokan berdasarkan dua pertanyaan:
  • Akankah pihak ketiga meningkatkan surplus rantai pasokan untuk meningkatkan aktivitas in-house?
  • Sampai seberapa tingkat resiko tumbuh dari outsourcing?
Walaupun keputusan untuk outsource dibuat, proses sourcing meliputi seleksi supplier, mendesain kontrak supplier, kolaborasi desain produk, pengadaan material atau pelayanan dan evaluasi performa supplier.

Supplier scoring and assessment adalah proses yang digunakan untuk tingkat performa supplier.Supplier selection adalah penggunaan output dari scoring supplier dan penilaian untuk mengidentifikasikan supplier yang sesuai.
Design collaboration membolehkan supplier dan manufaktur untuk bekerja bersama ketika mendesain komponen untuk produk final. Procurement adalah proses dimana supplier mengirim produk dalam respon untuk menempatkan pesanan pembeli. 
Sourcing planning and analysis
 adalah untuk menganalisis pengeluaran silang berbagai supplier dan kategori komponen untuk mengidentifikasi kesempatan untuk mengurangi biaya total. Ketika mendesain strategi sourcing, yang penting untuk perusahaan menjelaskan faktor pengaruh yang terbesar pada performa dan memperbaiki target dalam area.

In-house atau outsource

Perusahaan harus mempertimbangkan outsourcing jika pertumbuhan surplus besar dengan risiko yang kecil. Fungsi bentuk in-house lebih baik jika pertumbuhan surplus kecil atau peningkatan resiko besar.
  • Bagaimana pihak ketiga meningkatkan surplus rantai pasokan : pihak ketiga akan meningkatkan surplus rantai pasokan jika mereka meningkatkan nilai untuk konsumen atau mengurangi biaya rantai pasokan untuk perusahaan melakukan tugas in-house. Pihak ketiga dapat meningkatkan efektif surplus rantai pasokan jika mereka dapat mengumpulkan aset atau mengalir untuk tingkat yang lebih tinggi dari pada perusahaan itu sendiri. Berbagai jenis mekanisme pihak ketiga yang dapat digunakan untuk meningkatkan surplus, yaitu: jumlah kapasitas, jumlah inventory, jumlah transportasi dengan perantara transportasi, jumlah transportasi dengan perantara penyimpanan, jumlah gudang, jumlah pengadaan, jumlah informasi, jumlah piutang, jumlah relationship, biaya rendah dan kualitas tinggi.
  • Resiko menggunakan pihak ketiga : perusahaan harus mengevaluasi risiko : proses rusak, menaksir biaya koordinasi, mengurangi kontrak konsumen/supplier, hilangnya kemampuan internal dan pertumbuhan dalam kekuatan pihak ketiga, kebocoran informasi dan data sensitif, kontrak tidak efektif
Third and Fourth-Party Logistic Providers

Third-party logistic (3PL) berkinerja pada satu atau lebih aktifitas logistic yang berhubungan dengan aliran produk, informasi, dan dana yang dapat dikerjakan oleh perusahaan itu sendiri. Dengan meningkatnya globalisasi dari rantai pasokan, konsumen mencari pemain yang dapat mengelola secara virtual semua aspek dari rantai pasokan. Hal ini memunculkan konsep dari fourth-party logistic (4PL).

Supplier scoring and assessment

Ketika membandingkan perusahaan, banyak perusahaan membuat kekeliruan pokok hanya fokus pada kuota harga, mengabaikan fakta bahwa penyalur berbeda pada dimensi yang penting yang mempengaruhi biaya total yang digunakan supplier. Ketika menskor dan menakasir supplier, ada faktor lain daripada kuota harga yang harus dipertimbangkan: pemenuhan lead time, performa on-time, fleksibelitas pasokan, frekuensi pengiriman/minimum lot size, kualitas pasokan, biaya transportasi inbound, pricing term, kapabilitas koordinasi informasi, kapabilitas kalaborasi desain, tingkat bunga, pajak dan tugas, kelangsungan hidup supplier.

Supplier selection – auctions and negotiations

Sebelum menyeleksi supplier, perusahaan harus memutuskan apakah menggunakan single sourcing atau multiple supplier. Seleksi supplier adalah setelah menggunakan mekanisme yang variasi, meliputi offline competitive bid, reverse auction atau negosiasi langsung. Apapun juga mekasisme yang digunaka, seleksi supplier harus berdasarkan pada biaya total yang digunakan supplier dan tidak hanya harga pembeliaan. Mekanisme lelang yang sering digunakan dalam praktek dan menyoroti semua kekayaan mereka.

Lelang dalam rantai pasokan : pembeli perlu struktur lelang untuk meminimalkan biaya mereka dan mendapatkan supplier yang menang dengan biaya yang rendah dengan tawaran mereka. Lelang dibuka seperti lelang bahasa inggris mungkin untuk mencapai outcome. Prinsip dasar negosiasi : kuncy sukses negosiasi, untuk membuat outcome yang sama-sama untung.

Contracts and supply chain performance

Kontrak harus didesain untuk memfasilitasi outcome rantai pasokan dan miminimalkan tindakan yang merusak performa. Ada 3 pertanyaan ketika mendesain kontrak rantai pasokan:
1.     Bagaimana kontrak akan mempengaruhi profit perusahaan dan total profit rantai pasokan?
2.     Akankah insentif dalam kontrak memperkenalkan beberapa penyimpang informasi?
3.     Bagaimana kontrak akan mempengaruhi performa supplier sepanjang kunci ukuran performa?
Kontrak untuk ketersediaan produk dan profit rantai pasokan : untuk memperbaiki profit secara keseluruhan, supplier harus mendesain kontrak untuk mendukung pembeli untuk membeli lebih dan meningkatkan level ketersediaan produk. Memerlukan supplier untuk berbagi (ikut serta) dalam sebagian dari ketidak-pastian permintaan pembeli. 3 kontrak yang meningkatkan profit secara keseluruhan :
1.     Buyback contract : manufaktur dapat menggunakan buyback kontrak untuk meningkatkan profit. Buyback mendorong retailier untuk meningkatkan level ketersediaan produk. Buyback kontrak mendorong kearah usaha retailer yang lebih rendah dan meningkatkan penyimpangan informasi dalam rantai pasokan.
2.     Revenue – sharing contract : double marginalisasi dengan mengurangi biya per unit yang dikenakan untuk retailier, jadi secara efektig mengurangi biaya overstocking. Revenue – sharing contract meningkatkan penyimpangan informasi dan mendorong kearah usaha retailer yang lebih rendah dalam kasus overstocking, hanya hal nya yang dilakukan buy-back kontrak.
3.     Quantity flexibelity contract : double marginalisasi dengan memberikan retailer kemampuan untuk memodifikasi pesanan berdasarkan perbaikan pendekatan forecast untuk point sale. Hasil kontrak ini dalam rendahnya penyimpangan informasi daripada buy-back atau revenue sharing contract ketika supplier menjual untuk pembeli yang multiple atau kelebihan supplier, kapasitas fleksibel.
Design collaboration

Kolaborasi desain dengan supplier dapat membantu perusahaan mengurangi biaya, memperbaiki kualitas dan mengurangi waktu untuk pasar. secara tanggung jawab desain menggerakkan untuk supplier, penting untuk menjamin desain untuk kogistik dan desain untuk prinsip manufaktur untuk diikuti. Untuk sukses, manufaktur harus menjadi koordinator desain efektif dalam rantai pasokan.

The procurement process

Proses pengadaan untuk material langsung harus fokus pada memperbaiki koordinasi dan jarak pandang dengan supplier. Proses pengadaan untuk material tidak langsung harus fokus pada mengurangi biaya transaksi untuk setiap pesanan. Proses pengadaan dalam dua kasus harus konsolidasi pesanan untuk mendapatkan keuntungan skala ekonomis dan kuantitas diskon.

Sourcing planning and analysis

Pengeluraan pengadaan harus di analisis penyalur dan bagian untuk memastikan kecocokan skala ekonomi. Analisis performa supplier harus digunakan untuk membangun portfolio supplier dengan kekuatan komplementer. Murah, tetapi perform yang rendah, supplier harus menggunakan untuk persediaan berdasarkan permintaan sedangkan perform yang tinggi tapi lebih mahal, supplier harus menggunakan untuk menahan melawan variasi dalam permintaan dan persediaan dari sumber daya lain.

Risk management in sourcing

Resiko sourcing dapat juga dalam ketidakmampuan untuk memenuhi permintaan tepat waktu, meningkatkan dalam biaya pengadaan atau hilangnya properti intelektual. Penting untuk mengembangkan strategi peringanan yang membantu mengurangi bagian dari resiko Ketidakmampuan dalam memenuhi permintaan tepat waktu timbul karena gangguan atau penundaan dari sumber daya yang tersedia.

Making sourcing decisions in practice
1.     Menggunakan tim multifungsional
2.     Memastikan koordinasi yang sesuai ke lintas daerah dan bisnis unit
3.     Selalu mengevaluasi biaya total dari kepemilikan
4.     Membangun hubungan jangka panjang dengan kunci supplier






Referensi :
Chopra, Sunil & Peter Meindl. 2007. Supply Chain Management: Strategy, Planning & Operations, 3rd Edition. Pearson Prentice Hall.


MACAM-MACAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN


MACAM-MACAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN
Dalam pengambilan keputusan memiliki tiga elemen utama yaitu :
  1.     Input, elemen ini memiliki berbagai pengaruh luar sebagai sumber informasi terhadap produk tertentu dan sikap, nilai-nilai, dan perilaku konsumen yang berkaitan dengan produk. Yang paling utama dalam aspek ini adalah berbagai pengaruh sosiobudaya di luar pemasaran dan berbagai kegiatan bauran pemasaran.
  2.   Proses, elemen ini saling berhubungan dengan cara bagaimana konsumen mengambil keputusan. Kegiatan pengambilan keputusan konsumen terdiri dari tiga tahapan, yaitu :

a.      Penilaian berbagai alternatif
b.     Pengenalan kebutuhan, dan
c.      Penelitian sebelum melakukan pembelian, yaitu : (a) faktor situasi, (b)faktor produk (karakter demografis konsumen, keperibadian), (c) Faktor-faktor produk (jangka waktu antar pembelian, prubahan harga, jumlah penelitian, dll)
  1. 3   Output, elemen ini berkaitan dengan dua kegiatan pasca pembelian. Tujuan dari kedua kegiatan ini untuk memberikan kepuasan konsumen kepada pembelinya.


INTEGRITAS KONSUMEN UNTUK MEMBERI HADIAH
Integritas konsumendalam memberi hadiah didefinisikan sebagai proses pertukaran yang dilakukan pemberi dan penerima. Terdapat lima model dalam pemberian hadiah dan penerimaan hadiah, yaitu :
  1.  Pemberian hadiah kepada antar kelompok.
  2.  Pemberian hadiah kepada antar kategori (seseorang memberikan hadiah kepada kelompok atau sebaliknya kelompok memberikan hadiah kepada seorang individu).
  3. Pemberian hadiah di dalam kelompok itu sendiri (kelompok memberikan hadiah kepada kelompoknya sendiri atau kepada anggota dari kelompok itu sendiri)
  4. Pemberian hadiah kepada antar perorangan (individu memberikan hadiah kepada lain individu), dan
  5. Pemberian hadiah untuk diri sendiri.


Mengenal Sistem Akuntansi Syariah


Mengenal Sistem Akuntansi Syariah, Pengertian Akuntansi Syari’ah secara bahasa, akuntansi kata yang berasal dari kata dalam bahasa inggris yaitu accounting dan dalam bahasa arab akuntansi disebut dengan “Muhasabah” yang berati menimbang, memperhitungkan, mendata, mengkalkulasi. Secara istilah yaitu menghitung secara seksama dan teliti yang di tuangkan dalam pembukuan.


Dalam buku Akuntansi Syariah halaman 57 diungkapkan oleh Prof. Dr. Omar Abdullah Zaid “Muhasabah, yaitu aktifitas yang teratur berkaitan dengan pencatatan, tindakan-tindakan, transaksi-transaksi keputusan-keputusan yang sesuai dengan syari’at islam, dan jumlah-jumlahnya, di dalam catatan-catatan yang respresentatif, serta berkaitan dengan pengukuran dengan hasil-hasil keuangan yang berimplikasi pada tindakan-tindakan, transaksi-transaksi, dan keputusan-keputusan tersebut untuk membantu pengambilan keptusan yang tepat.”

Dari definisi Akuntansi Syariah di atas dapat dibatasi karakteristik muhasabah dalam poin-poin berikut :
1. Aktifitas yang teratur. 2. Pencatatan :
si, dan keputusan-keputusan yang sesuai dengan hukum . b. Jumlah-jumlahnya. c. Didalam ca
a. Tindakan-tindakan, Transaksi-transa
ktatan-catatan yang representatif. 3. Pengukuran hasil-hasil keuangan.

4. Membantu pengambilan keputusan yang tepat
.



Dalam buku “Akuntansi Social Ekonomi dan Akuntansi Islam” halaman 56 Sofyan S. Harahap, mendefinisikan : “Akuntansi Islam atau Akuntansi syariah pada hakekatnya adalah penggunaan akuntansi dalam menjalankan syariah Islam.”
Akuntansi terbagi menjadi dua jenis yaitu :



Akuntansi Syariah yang mana telah digunakan pada zaman yang dimana ummat islam menggunakan sistem nilai Islam (Zaman Nabi SAW, khulafaaurasyidin, dan pemerintahan yang menerapkan nilai islam lainnya)




Kedua Akuntansi Syariah zaman sekarang yang muncul pada kegiatan ekonomi dan sosial yang dipegang oleh sistem nilai kapitalis yang sangat berbeda dengan sistem nilai islam.
Dari kedua jenis Akuntansi Syariah itu berbeda pada masanya dan respon situasi masyarakaat saat ini.