Featured Post

Apa sih Definisi Akuntansi?

Apa sih Definisi Akuntansi?? -   Banyak pakar ahli mengajukan pengertian tentang akuntansi yang berawal dari bahasa Inggris accountancy . Akuntansi …

Cara Menyusun Laporan Laba Rugi Perusahaan

Laporan laba rugi (Income Statement atau Profit and Loss Statement) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akutansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.
Laporan laba rugi yang disusun perusahaan strukturnya terdiri dari pendapatan dalam periode berjalan dan semua beban baik beban usaha maupun beban diluar usaha dalam periode berjalan.
Unsur-unsur laporan laporan laba rugi biasanya terdiri dari:
contoh laporan laba rugi

  • Pendapatan dari penjualan
    • Dikurangi Beban pokok penjualan
  • Laba/rugi kotor
    • Dikurangi Beban usaha
  • Laba/rugi usaha
    • Ditambah atau dikurangi Penghaslan/beban lain
  • Laba/rugi sebelum pajak
    • Dikurangi Beban pajak
  • Laba/rugi bersih

Berikut langkah penyusunan laporan laba – rugi perusahaan.Laporan laba-rugi dalam rangkaian siklus akuntansi disusun setelah neraca saldo  dan jurnal penyesuaian disusun atau setelah penyusunan kertas kerja atau neraca lajur.Mengapa laporan laba-rugi disusun setelah kertas kerja? Hal ini karena sumber dalam penyusunan laporan laba-rugi berasal dari kolom laba-rugi yang terdapat pada kertas kerja. Untuk dapat menyusun laporan laba-rugi perusahaan  kita hanya perlu mengutip semua saldo-saldo akun pendapatan dan beban dalam kolom laba-rugi yang terdapat pada kertas kerja. Sebelum memulai menyusun laporan laba rugi perusahaan, perlu diketahui format laporan laba-rugi, secara sederhana formatnya adalah pada atas laporan harus dituliskan identitas perusahaan, jenis laporan yang disajikan (yaitu laporan laba-rugi) dan periode, setelah itu dibawahnya memuat 3 komponen pokok yaitu pendapatan total, beban total dan laba atau rugi. Jadi ketiga komponen tersebutlah yang menjadi inti laporan yang akan ditampilkan dalam laporan laba-rugi perusahaan. Komponen pendapatan dan beban dapat dikutip dari kertas kerja dalam kolom laba-rugi sedangkan komponen laba atau rugi merupakan selisih dari total pendapatan dan total beban (selisih komponen 1 dan 2), apabila total pendapatan lebih besar daripada total beban maka akan terjadi laba sebaliknya apabila total pendapatan lebih kecil dari total beban maka akan terjadi rugi.
Berikut contoh untuk laporan laba rugi sederhana:
Tujuan Pembuatan Laporan Laba Rugi Perusahaan
–  Mengetahui besaran pajak Yang akan Dikenakan Kepada Sang Pengusaha.
–  Mengevaluasi dan Mengecek History Perolehan Laba Tiap Waktu.
–  Mengecek efisiensi Usaha berdasarkan Nilai Biaya Usaha.

Demikian yang dapat saya paparkan mengenai artikel cara membuat laporan laba rugi perusahaan tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya referensi yang ada hubungannya dengan artikel ini.Semoga artikel ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca.
resource :http://zahiraccounting.com/

Pengertian Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

Pengertian Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

Pengertian Standar Akuntansi KeuanganPernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan pedoman dalam melakukan praktek akuntansi dimana uraian materi di dalamnya mencakup hampir semua aspek yang berkaitan dengan akuntansi, yang dalam penyusunannya melibatkan sekumpulan orang dengan kemampuan dalam bidang akuntansi yang tergabung dalam suatu lembaga yang dinamakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).  Dengan kata lain, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) adalah buku petunjuk bagi pelaku akuntansi yang berisi pedoman tentang segala hal yang ada hubungannya dengan akuntansi.

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) mencakup konvensi, peraturan dan prosedur yang sudah disusun dan disahkan oleh lembaga resmi (standard setting body) pada saat tertentu.

Pernyataan di atas memberikan pemahaman bahwa   Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan buku petunjuk tentang akuntansi yang berisi konvensi atau kesepakatan, peraturan dan prosedur yang telah disahkan oleh suatu lembaga atau institut resmi.  Dengan kata lain Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)merupakan sebuah peraturan tentang prosedur akuntansi yang telah disepakati dan telah disahkan oleh sebuah lembaga atau institut resmi.

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang disusun oleh lembaga Ikatan Akuntan Indonesia selalu mengacu pada teori-teori yang berlaku dan memberikan tafsiran dan penalaran yang telah mendalam dalam hal praktek terutama dalam pembuatan laporan keuangan dalam memperolah informasi yang akurat sehubungan data ekonomi.

Berdasarkan pernyataan di atas dapat dipahami bahwa  Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) mengacu pada penafsiran dan penalaran teori-teori yang “berlaku” dalam hal praktek “pembuatan laporan keuangan” guna memperoleh inforamsi tentang kondisi ekonomi.

Pemahaman di atas memberikan gambaran bahwa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) berisi “tata cara penyusunan laporan keuangan” yang selalu mengacu pada teori yang berlaku, atau dengan kata lain didasarkan pada kondisi yang sedang berlangsung.

Hal ini menyebabkan tidak menutup kemungkinan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dapat mengalami perubahan/penyesuaian dari waktu ke waktu sejalan dengan perubahan kebutuhan informasi ekonomi.

Dari keseluruhan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan suatu buku petunjuk dari prosedur akuntansi yang berisi peraturan tentang perlakuan, pencatatan, penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang disusun oleh lembaga IAI yang didasarkan pada kondisi yang sedang berlangsung dan telah disepakati (konvensi) serta telah disahkan oleh lembaga atau institut resmi.

Sebagai suatu pedoman, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) bukan merupakan suatu kemutlakan bagi setiap perusahasan dalam membuat laporann keuangan.  Namun paling tidak dapat memastikan bahwa penempatan unsur-unsur atau elemen data ekonomi harus ditempatkan pada posisi yang tepat agar semua dat ekonomi dapat tersaji dengan baik, sehingga dapat memudahkan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam menginterpretasikan dan megevaluasi suatu laporan keuangan guna mengambil keputusan ekonomi yang baik bagi tiap-tiap pihak.


sumber: ilmuekonomi

APAKAH KITA MEMBUTUHKAN AKUNTANSI?

Sepanjang perekonomian negara menggunakan uang sebagai alat pembayaran maka akuntansi selalu berperan penting. Oleh karena itu, berbagai organisasi, seperti misalnya perusahaan, lembaga pemerintahan, yayasan, organisasi kemasyarakatan, bahkan toko kecil-pun membutuhkan akuntansi. Konsekuensinya, anda perlu mengetahui logika dan cara kerja akuntansi agar dapat memahami informasi yang dihasilkan akuntansi, bahkan dapat mengembangkan akuntansi yang sesuai kebutuhan anda.

akuntansi menyajikan informasi yang bersifat keuangan. pengembangan akuntansi berlandas pada 3 (tiga) pilar utama, yaitu matematika, prinsip-prinsip dasar, dan rancang-bangun. pilar matematika menjaga keseimbangan antara total penggunaan dana dan total pemerolehan dana. Pilar prinsip-prinsip dasar menjadikan pengembangan akuntansi lebih terarah. Selanjutnya, pilar rancang-bangun menjadikan akuntansi dapat menyajikan informasi keuangan sesuai kebutuhan para pengguna.

Elemen Dalam Laporan Keuangan

Elemen dalam laporan keuangan yaitu : Aktiva, Utang dan Ekuitas.

AKTIVA
Sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan yang memiliki manfaat ekonomis di masa yang akan datang (future economic benefit). Karakteristik utama dari aktiva adalah kapasitas untuk memberikan manfaat bagi entitas di masa yang akan datang. Contoh: Piring, Gelas, Sendok, Garpu untuk suatu Jasa Catering.
Aktiva dapat dibedakan menjadi:
  1. Aktiva Lancar. Aktiva yang memiliki masa manfaat kurang dari satu tahun. 
  2. Investasi Jangka Panjang
  3. Aktiva Tetap
  4. Aktiva Tidak Berwujud
  5. Aktiva Lain-lain
Aktiva Lancar. Aktiva yang memiliki masa manfaat kurang dari satu tahun. Contoh yang termasuk dalam aktiva lancar adalah.
  1. Kas
  2. Investasi surat berharga diperdagangkan
  3. Piutang dagang
  4. Bahan habis pakai atau suplies
  5. Persediaan 
  6. Uang muka
Investasi Jangka Panjang. Investasi jangka panjang dapat berupa penyisihan dana (kas) untuk ekspansi pabrik atau penyisihan dana untuk melunasi utang obligasi yang akan jatuh tempo. Pembelian tanah untuk tujuan spekulasi juga dapat dikelompokkan sebagai investasi jangka panjang. 

Aktiva Tetap. Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang berguna bagi perusahaan untuk kurun waktu lebih dari setahum ,seperti tanah, gedung kantor, gedung toko, gedung pabrik, mesin, meja kursi, lemari, komputer, mobil, dan lain sebagainya.
UTANG
Klaim kreditor terhadap total aktiva. Utang juga dapat berupa utang lancar dan utang jangka panjang. Perbedaan lancar dan jangka panjang ditentukan oleh kapan utang tersebut akan jatuh tempo. Jika utang jatuh tempo kurang dari satu tahun, maka utang tersebut dikelompokkan sebgai utang lancar.

EKUITAS
Klaim pemilik terhadap total aktiva. Ekuitas dapat dibagi menjadi:
  1. Modal. Modal ini digunakan untuk mencatat setoran dana oleh pemilik ke perusahaan.
  2. Prive. Prive ini digunakan untuk mencatat penarikan dana oleh pemilik dari perusahaan.
  3. Pendapatan. Kenaikan ekuitas akibat aktivitas bisnis.
  4. Biaya. Konsumsi aktiva atau pemanfaatan jasa dalam rangka memperoleh pendapatan. Penurunan ekuitas akibat aktivitas bisnis.
Ekuitas akan bertambah jika ada tambahan modal dari pemilik atau perolehan pendapatan dari aktivitas bisnis. Sebaliknya, ekuitas akan berkurang jika ada penarikan dana oleh pemilik atau pengeluaran biaya akibat aktivitas bisnis.

ENTITAS BISNIS DALAM PERUSAHAAN

Akuntansi menyajikan informasi keuangan suatu entitas. Salah satu jenis entitas di dunia bisnis adalah perusahaan (firm/company), yaitu organisasi yang menjalankan aktivitas bisnis untuk memperoleh laba. Contoh perusahaan antara lain toko buku, supermarket, perusahaan Kereta Api Indonesia (KAI), PLN (Perusahaan Listrik Negara), Perusahaan Telkom, Perusahaan Pertamina, Bank Syariah, dsb.

Perusahaan terdiri dari banyak jenis yang dapat berbeda-beda dalam status hukum, dan ukurannya. Dari usahanya, terdapat 3(tiga) jenis perusahaan;

a.    Perusahaan jasa (service firms)
b.    Perusahaan dagang (merchandizing firms), dan
c.    Perusahaan manufaktur (manufacturing)

Berdasarkan bentuknya, perusahaan dibagi menjadi 3 (tiga) jenis perusahaan;

a.    Perusahaan perseorangan (sole proprietary),
b.    Perusahaan persekutuan (partnership), dan
c.    Perusahaan perseroan (limited company)




Akuntansi dirancang dan dikembangkan mengikuti jenis atau bentuk entitasnya. Oleh karena itu adalah hal yang wajar jika terdapat beberapa ragam pencatatan akuntansi di antara jenis-jenis perusahaan. Namun demikian, sebenarnya proses sistematis akuntansi yang dikembangkan adalah sama meskipun tidak identik. 

Oleh karena itu, meskipun sekarang ini membahas akuntansi keuangan di perusahaan jasa, khususnya perseroan terbatas. Namun demikian, pengetahuan akuntansi yang dibahas saat ini juga berlaku di entitas-entitas yang lain seperti misalnya perusahaan dagang dan manufaktur baik yang berbentuk perusahaan perseorangan maupun persekutuan.